home

my image

PRAPTI WIDIYA BLOG hanya sebuah coretan keisengan dari anak siswi SMA.

Blog ini jauh dari Sempurna, penulis mengharapkan bimbingan, saran dan kritik dari pembaca. Semoga Blog ini bermanfaat bagi para pembaca yang membutuhkan sebuah Artikel untuk menambah pengetahuan dan Tugas Sekolah…

Akhir kata Penulis mengucapkan terimakasih kepada para Pendukung atas terciptanya pembuatan Prapti Widiya Blog ini, terutama kepada kakak Buana yang telah banyak mengajari cara pembuatan blog ini.

Terimakasih.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

UMP DKI Naik 15,38 Persen Tertinggi Se-Jabodetabek

JABODETABEK 

Sabtu, 27 November 2010 , 09:14:00

JAKARTA — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI secara resmi mengumumkan penetapan akhir UMP DKI 2011. Setelah sebelumnya sempat kontroversi terkait besaran kenaikan yang awalnya 10 persen menjadi tujuh persen, dalam ketetapan Pergub 196 tahun 2010 tentang UMP DKI 2011 disebutkan, UMP DKI sebesar Rp 1.290.000 atau naik sebesar 15,38 persen dibanding UMP 2010 sebesar Rp 1.118.009. Praktis, dengan adanya ketetapan itu, UMP DKI tahun depan tertinggi se-Jabodetabek.

“Ketetapan akhir yang dihasilkan oleh dewan pengupahan itu murni hasil kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja serta analisis dari pakar terkait prediksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi 2011,” ujar Kepala Disnakertrans DKI Deded Sukandar, kemarin. 

Sebagai perbandingan di kawasan sekitar, Kota Bekasi UMK (upah minimum kota/kabupaten) 2011 sebesar Rp 1.275.000. Kabupaten Bekasi Rp 1.285.421. Lalu Kota Depok Rp 1.253.638, Kabupaten Bogor Rp 1.172.060, Kota Bogor Rp 1.079.100.

Dengan ditetapkannya UMK DKI 2011 tersebut, Disnakertrans akan melakukan sosialisasi ke seluruh perusahaan di lima wilayah DKI. Jika ada yang keberatan dengan besaran tersebut bisa mengajukan penangguhan. Tim yang terdiri dari petugas dan pakar akan meninjau perusahaan yang bersangkutan. Meskipun demikian, Disnakertrans tidak akan dengan mudah mengabulkan keberatan jika perusahaan tidak sedang kolaps atau bangkrut. Pada pelaksanaan UMP 2010, sebanyak lima perusahaan mengajukan penangguhan. Namun, hanya dua perusahaan yang dikabulkan.

Dijelaskan Deded, UMP tersebut akan berlaku efektif setelah dilakukan sosialisasi yang dijadwalkan setelah penetapan UMSP (Upah Minimum Sektoral Provinsi) pekan depan. UMP hanya berlaku untuk pekerja lajang, belum menikah serta bekerja di bawah satu tahun. Jika ada pekerja yang sudah menikah, bekerja lebih dari satu tahun, UMP dinyatakan tidak berlaku atau pekerja yang bersangkutan wajib dibayar di atas UMP.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pengupahan Ariana Satrya, penetapan UMP DKI 2011 didasarkan banyak faktor. Selain kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, juga analisis dari para pakar dengan mempertimbangkan KHL (kebutuhan hidup layak), pertumbuhan ekonomi, angka inflasi serta angka pengangguran. Tidak hanya berpijak pada kondisi 2010, tapi juga prediksi 2011. Diputuskannya kenaikan UMP DKI 15,38 persen tersebut dengan asumsi pertumbuhan ekonomi saat ini sebesar 6,4 bisa merangkak naik hingga tujuh pada akhir 2011. Kemudian angka inflasi akan bergerak pada kisaran 5,3 hingga 5,4 hingga Desember 2011.

Jika UMP tidak didasarkan pada geliat pertumbuhan perekonomian serta angka inflasi tersebut, dikhawatirkan banyak perusahaan akan kolaps. Tidak mampu membayar pekerjanya. Sementara, ditetapkannya UMP agar antara perusahaan bisa membayar gaji sesuai kemampuan, sementara pekerja juga mendapat haknya secara layak.

“Setelah UMP masih ada UMSP. Masing-masing sektoral akan berbeda-beda sesuai kemampuannya. Angkanya akan lebih tinggi dari UMP. Jika UMP Rp 1.290.000, UMSP bisa di atas itu. Jadi kenaikan UMP 15,38 ini sudah keputusan yang terbaik dengan pertimbangan berbagai sisi,” tambah anggota Dewan Pengupahan Mas Muanam. (aak)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Politik Demokrat dan PDIP Sering Bertemu

Politik
Demokrat dan PDIP Sering Bertemu
Demokrat mengakui intensitas pertemuan dengan petinggi PDI Perjuangan sering terjalin.
Sabtu, 27 November 2010, 11:23 WIB

Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews – Partai Demokrat menegaskan, ‘kemesraan’ dengan PDI Perjuangan jangan melulu diartikan bahwa partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu akan masuk dalam kabinet. Karena, kabinet merupakan wilayah khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meski demikian, Demokrat mengakui intensitas pertemuan dengan petinggi PDI Perjuangan sudah sering terjalin. “Pertemuan dan silaturahmi memang cukup intens,” kata Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah di sela Rapat Kerja Fraksi Demokrat, Hotel Crown, Jakarta, Sabtu 27 November 2010.

Menurut Jafar, silaturahmi dan komunikasi Demokrat dan PDI Perjuangan itu adalah hal yang wajar dan sangat biasa. Komunikasi itu terus dijalin hingga saat ini.

Seperti saat pertamakali menjabat Ketua Fraksi, Jafar Hafsah langsung menemui Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufiq Kiemas dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

“Tapi dalam reshuffle itu semua kembali ke hak prerogatif Presiden. Kami tidak menghalang-halangi. Hubungan baik itu tidak terkait reshuffle kemudian PDIP masuk kabinet,” ujar dia.

‘Kemesraan’ PDI Perjuangan dan Demokrat ini sebelumnya diakui petinggi PDIP Puan Maharani. Bahkan, Puan tak segan menyebut dua partai ini sedang ‘berpacaran’.

“Namanya juga lagi pacaran, makin lama makin mesra,” kata Puan Maharani yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubungan antar-Lembaga, di Kantor Pusat PDIP, Jakarta Selatan, Jumat siang.

Komunikasi PDIP dan Demokrat ini mengemuka setelah politisi Demokrat, Ruhut Sitompul, menyebuat ada kemungkinan PDIP masuk dalam kabinet. Dengan catatan, bila reshuffle jadi dilakukan. (umi)

• VIVAnews

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Membangun Jejaring Sosial dalam Kesepian

Membangun Jejaring Sosial dalam Kesepian
Movie Review Tue, 09 Nov 2010 14:46:00 WIB
Kelihatannya pengguna Facebook harus berterima kasih pada Erica. Wanita inilah yang membuka The Social Network dalam adegan kencannya dengan Mark Zuckerberg. Sang pendiri Facebook menyesap bir dengan gugup dan berbicara dengan cepat. Mungkin ia merasa mengobrol dengan gadis itu, padahal sebenarnya ia menginterogasi sang pemudi dengan agresif. Lama-kelamaan Erica jadi muak, menyebutnya bajingan, dan pergi. 

Adegan pembuka yang sadis! Adegan percakapan Erica dan Zuckerberg di kafe kampus itu adalah permainan kata-kata yang nyaris tidak memberikan ruang bagi penonton untuk menarik napas. Sensasinya sama-lah seperti opening scene Inglorious Basterds.

Erica (Rooney Mara) adalah tokoh fiktif. Barangkali inilah alasan kenapa Marc Zuckerberg yang asli tidak mendukung film ini, mengatakannya tidak akurat. Tapi sepertinya film ini memang tidak bermaksud menjadi biopic Mark Zuckerberg. Pasalnya, The Social Network adaptasi dari buku tulisan Ben Mezrich, The Accidental Billionaires, yang mengisahkan sejarah penciptaan Facebook, bukan semata berupa biografi orang yang diklaim sebagai penemunya.

Terlepas dari berapa banyak akurasi yang tersaji di film ini, The Social Network film yang bagus. Selayaknya tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, yang terlepas dari apakah cerita di dalamnya 100% akurat atau tidak, tetap menjadi karya mumpuni yang menginspirasi.

Oke, sekarang kita balik ke adegan selepas Erica meninggalkan Zuckerberg tadi. Sepeninggal gadis manis itu, Zuckerberg si mahasiswa Harvard balik ke asramanya. Ia minum lebih banyak bir, dan mulai menerobos situs internal asrama Harvard untuk mengambil foto-foto close up para mahasiswinya. Kemudian ia memprogram sebuah situs di mana para warga Harvard bisa membandingkan mahasiswi mana yang paling cantik. Hal itu dilakukan Zuckerberg sambil nge-blog tentang kekesalannya pada Erica.

Kelakuan Zuckerberg itu memang kekanak-kanakan, seksis dan ilegal. Tapi situs yang dibuat hanya dalam beberapa jam itu terbukti menarik ribuan peminat (hanya dalam waktu 2 jam) sehingga menyebabkan server Harvard crash.

Kehebohan yang dibuatnya itu lantas menarik perhatian Cameron dan Tyler Winklevoss (keduanya diperankan oleh Armie Hammer). Pasangan abang-beradik kembar ini atlet dayung Harvard yang mengajak Zuckerberg memprogram situs yang akan diberi nama The Harvard Connection. Selain si kembar tampan ini, ada juga sahabat mereka Divya Narendra (Max Minghella) — yang kalau dilihat-lihat tampangnya kok mirip Olga, ya?

Anyway. Sekembalinya dari meeting singkat dengan ketiga orang itu, Zuckerberg balik ke asramanya, dan malah mengembangkan situs lain yang idenya terinspirasi dari The Harvard Connection tadi. Ya, situs itulah yang kini kita kenal sebagai Facebook. Hanya saja, pada waktu itu namanya masih TheFacebook.

Zuckerberg boleh saja menjadi otak di balik Facebook. Tapi ia tidak mewujudkannya sendirian. Untuk soal modal, ia didukung penuh oleh Eduardo ‘Wardo’ Saverin, teman sekamar sekaligus satu-satunya sahabat yang dimilikinya. Kesuksesan TheFacebook di Harvard membuat Zuckerberg dan Wardo mendadak jadi idola gadis-gadis. Wardo malah dapat undangan dari perkumpulan mahasiswa ter-penting di Harvard, yang sudah lama diimpikannya.

Berbanding terbalik dengan gadis-gadis Harvard yang woro-woro mengincar pasangan sahabat ini, si kembar Cameron-Tyler dan Divya malah geram bukan main atas popularitas TheFacebook. Wajar-lah, mengingat Zuckerberg mendadak menghilang setelah pertemuan dengan mereka tempo hari. Wajar pula kalau belakangan mereka menuding mahasiswa culun itu mencuri ide TheFacebook dari mereka.

Kemudian, dengan cara yang ganjil tapi menarik, film seperti dipotong untuk memasukkan adegan deposisi dalam persidangan tertutup. Adegan ini dengan cerdas menggambarkan betapa mudahnya uang, popularitas dan kekuasaan mengubah persahabatan menjadi pertikaian. Di sini kita juga diperkenalkan pada satu lagi tokoh kunci yang diperankan dengan sangat memorable oleh Justin Timberlake: Sean Parker, pembuat dua situs pemula yang dianggap legendaris oleh kaum geek, Napster dan Plaxo.

Parker sosok yang penuh gairah. Ia baru jadi pengangguran, tapi ngetop berkat kehebohan yang disebabkannya lewat situs-situsnya yang brilian tapi dianggap melanggar hukum itu. Ialah yang menarik minat Zuckerberg lewat celotehannya yang meyakinkan, dan menceburkannya ke dalam bisnis yang berskala lebih besar. Ia pulalah yang mengusulkan agar TheFacebook diubah saja namanya menjadi Facebook, dan markasnya dipindah ke Silicon Valley.

Lewat gayanya yang karismatis, Parker menjelaskan kenapa uang akan lebih banyak didapat dari usaha kapitalis dibandingkan dengan usaha ‘kuno’ Saverin menjajakan Facebook ke calon-calon pengiklan di New York. Ia juga mencoba – walau tidak sukses – untuk membawa Zuckerberg ke dunia yang dipenuhi pesta liar, gadis-gadis cantik, minuman keras dan kokain. Untungnya, Zuckerberg tidak tergoda dengan gaya hidup seperti itu. Pemuda ini tidak tertarik pada uang, tinggal di rumah sederhana, dan tidak kecanduan narkoba.

Film arahan David Fincher ((500) Days of Summer) ini memiliki kualitas yang langka untuk tidak hanya menjadi sepintar tokoh utamanya yang otaknya sudah brilian, tapi menjadi pintar dengan cara yang sama. Filmnya terasa sekali mempunyai keyakinan diri yang tinggi, setengah congkak dan nggak sabaran. Melesat cepat dengan dialog-dialog yang memukau, anehnya film ini menjadikan kisah yang sebenarnya sulit untuk diceritakan, jadi jelas dan memesona. Fincher dan penulisnya, Aaron Sorkin, mampu menjelaskan fenomena Facebook dalam istilah yang langsung bisa bikin kita paham. Omong-omong, itu kan alasan kenapa kita, dan 500 juta orang di luar sana, woro-woro mendaftarkan diri jadi anggota situs jejaring sosialnya?

Di era di mana dialog film terkesan bodoh dan mengalami penurunan untuk menyesuaikan diri dengan standar target audiens, dialog film ini memiliki kecepatan dan aura komedi yang mengagumkan. Eisenberg, yang biasa memainkan karakter baik hati atau pecundang, adalah magnet film ini. Sosoknya sangat pas mewakili kaum geeks yang in a way terlihat seksi karena otak mereka (dan — ayo akuilah, ladies — kemampuan mereka di masa kini untuk mendadak menjadi jutawan muda).

Daya magnet kedua digenggam oleh Timberlake. Ia mampu mengemban tugas berat sebagai Parker yang penokohannya cukup kompleks. Ia-lah yang mendorong Zuckerberg untuk menjadi pemain intelektual sekelas dirinya. Tapi ia pula lah yang menjerumuskan persahabatan Zuckerberg dan Wardo.

Andrew Garfield mampu mendampingi Eisenberg dengan mulus. Calon Spider-Man terbaru ini adalah teman yang jujur, dan sebenarnya bukan pria yang tepat untuk menjadi CFO perusahaan yang terbang landas tanpa kontribusinya. Tapi ia layak mendapatkan simpati kita.

The Social Network film yang hebat, bukan karena gayanya yang memesona atau kecerdasan visualnya, melainkan karena film ini benar-benar dibuat dengan bagus. Walaupun segala yang berhubungan dengan computer programming dan strategi web berisiko membuat kita garuk-garuk kepala, naskah cerdas yang dikerjakan Sorkin membuatnya jadi lebih jelas dan mudah dipahami. Kita tidak hanya mengikuti ceritanya, tapi tenggelam di dalamnya. Dan tunggulah sampai Anda menonton adegan akhirnya. Adegan yang penuh ironi dari si pencipta Facebook, situs jejaring sosial. Salah satu adegan paling cerdas semasa pengalaman menonton saya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sinopsis Buku Laskar Pelangi

Sinopsis Buku Laskar Pelangi

sinopsis buku laskar pelangi

Diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh penulisnya sendiri, buku “Laskar Pelangi” menceritakan kisah masa kecil anak-anak kampung dari suatu komunitas Melayu yang sangat miskin Belitung. Anak orang-orang ‘kecil’ ini mencoba memperbaiki masa depan dengan menempuh pendidikan dasar dan menengah di sebuah lembaga pendidikan yang puritan. Bersebelahan dengan sebuah lembaga pendidikan yang dikelola dan difasilitasi begitu modern pada masanya, SD Muhammadiyah-sekolah penulis ini, tampak begitu papa dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka, para native Belitung ini tersudut dalam ironi yang sangat besar karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka.

Kesulitan terus menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin, berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu, terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor. Sekolah yang dihidupi lewat uluran tangan para donatur di komunitas marjinal itu begitu miskin: gedung sekolah bobrok, ruang kelas beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya, jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, bahkan kapur tulis sekalipun terasa mahal bagi sekolah yang hanya mampu menggaji guru dan kepala sekolahnya dengan sekian kilo beras-sehingga para guru itu terpaksa menafkahi keluarganya dengan cara lain. Sang kepala sekolah mencangkul sebidang kebun dan sang ibu guru menerima jahitan.

Kendati demikian, keajaiban seakan terjadi setiap hari di sekolah yang dari jauh tampak seperti bangunan yang akan roboh. Semuanya terjadi karena sejak hari pertama kelas satu sang kepala sekolah dan sang ibu guru muda yang hanya berijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) telah berhasil mengambil hati sebelas anak-anak kecil miskin itu.

Dari waktu ke waktu mereka berdua bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak marjinal tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, agar menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. Mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. Kedua guru itu juga merupakan guru yang ulung sehingga menghasilkan seorang murid yang sangat pintar dan mereka mampu mengasah bakat beberapa murid lainnya. Pak Harfan dan Bu Mus juga mengajarkan cinta sesama dan mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para Laskar Pelangi.

Keajaiban terjadi ketika sekolah Muhamaddiyah, dipimpin oleh salah satu laskar pelangi mampu menjuarai karnaval mengalahkan sekolah PN dan keajaiban mencapai puncaknya ketika tiga orang anak anggota laskar pelangi (Ikal, Lintang, dan Sahara) berhasil menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN dan sekolah-sekolah negeri. Suatu prestasi yang puluhan tahun selalu digondol sekolah-sekolah PN.

Tak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia. Native Belitong kembali dilanda ironi yang besar karena seorang anak jenius harus keluar sekolah karena alasan biaya dan nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi semakin kaya raya dengan mengekploitasi tanah leluhurnya.

Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri tapi semangat, integritas, keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan research di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris. Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan. Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana.

Banyak hal-hal inspiratif yang dimunculkan buku ini. Buku ini memberikan contoh dan membesarkan hati. Buku ini memperlihatkan bahwa di tangan seorang guru, kemiskinan dapat diubah menjadi kekuatan, keterbatasan bukanlah kendala untuk maju, dan pendidikan bermutu memiliki definisi dan dimensi yang sangat luas. Paling tidak laskar pelangi dan sekolah miskin Muhamaddiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang hebat sama sekali tak berhubungan dengan fasilitas. Terakhir cerita laskar pelangi memberitahu kita bahwa bahwa guru benar-benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Cerita Lucu KEDIAMAN LUNA MAYA – CUT TARI

Cerita Lucu KEDIAMAN LUNA MAYA – CUT TARI

Pada suatu hari, percakapan telpon di sebuah rumah :
Telpon ke-1
Penelpon : Hallo…! Apakah ini kediaman Luna Maya?
Pembantu Rumah: Salah sambung…, ini kediaman
keluarga Cut Tari

Telpon ke- 2
Penelpon: Hallo!! Apakah ini kediaman Luna Maya??
Pembantu Rumah: Eh.. salah sambung, goblok!!… ini kediaman keluarga Cut Tari

Telpon ke-3:
Penelpon: Halloooo….
Pembantu Rumah: Eeeh.. Lagi2 kamu!!.. Awas ya!! saya walau cuma pelayan,
tapi bisa lapor polisi…
Penelpon: Apakah ini kediaman keluarga Cut Tari??
Pembantu Rumah: Aduuuh.. maaf2 yaaa…, tadi soalnya ada beberapa kali
salah sambung. Mau cari siapa tuan.??
Penelpon: Luna Maya….
Pembantu Rumah: ??!!@#@$!!
Telpon ke-4
Penelpon: Halloooo…..
Pembantu Rumah: Kurang ajaaar..!!! Kamu nyawanya berapa hah!!!
Penelpon: Saya Cut Tari…..
Pembantu Rumah: Aduh..!!! Maaf majikan! sorry sekali, tadi ada orang gila telpon! ada perintah apa Nyonya.??
Penelpon: Segera panggil Luna Mayaa!!
Pembantu Rumah : Hah..!…. (semaput)
Telpon ke-5
Penelpon (suara beda): Hallooooo….. (suara berbeda dibanding telpon2 terdahulu)
Pembantu Rumah: (Oh ini suaranya lain…). Mau cari siapa Nyonya..??
Penelpon (suara beda): Ini kediaman keluarga CutTari??
Pembantu Rumah: Iya betul….
Penelpon (suara beda): Saya Luna Maya… , Apakan tadi ada orang cari saya???
Pembantu Rumah : ??@#$%^??… Gubraaaag!!…. (kejang2)

cerita lucu - sms lucu - gambar kartun lucu - kumpulan humor dewasacerita-lucu-gambar-kartun-lucu-sms-lucu--kumpulan-humor-dewasacerita lucucerita lucu

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Candi Gedongsongo akan Ditambah Fasilitas Pendidikan Sejarah

Smaller Reset Larger

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN–Situs Candi Gedongsongo, yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sudah selayaknya memiliki fasilitas tambahan berupa literatur sejarah tentang situs candi ini. Sehingga, para pengunjung tak sekadar menikmati eksotisme alam pegunungan dan keindahan bangunan candi, namun juga mendapatkan berbagai edukasi tentang sejarah situs ini.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati, mengatakan, dengan tambahan fasilitas edukasi sejarah ini, pengunjung nantinya juga dapat mengerti sejarah Candi Gedongsongo.

“Keindahan alam dan karya seni candi ini jika tidak disertai dengan informasi asal-usul Gedongsongo saya kira kurang lengkap. Karena itu akan kami lengkapi sebagai sarana penambah wawasan sejarah,” ujarnya, di Ungaran, Senin (22/11).

Menurut Agus, untuk mewujudkan fasilitas tambahan ini, pihaknya akan segera merumuskan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang. Hal ini untuk menentukan konsep fasilitas tambahan bagi pengunjung obyek wisata ini. Harapannya, dengan fasilitas tambahan ini minat kunjungan wisatawan ke Candi Gedongsongo akan bisa meningkat. Karena nilai tambah yang bisa didapatkan dari kunjungan wisata yang ditawarkan.

Yang lebih penting, kata Agus, situs ini juga bisa menjadi alternatif bagi tujuan wisata edukasi, yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Karena ruang ilmu sejarah yang diberikan. Tak hanya di lingkup Kabupaten Semarang, namun juga daerah lain di luar Kabupaten ini, bahkan wisatawan mancanegara. “Karena fasilitas pendidikan sejarah yang di miliki,” imbuhnya.

Agus juga menambahkan, saat ini wisata Candi Gedungsongo masih sebatas kunjungan untuk menikmati alam lingkungan candi dan belum mengarah pada pemahaman nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam situs-situs purbakala tersebut.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Guru Cemerlang Negara Gemilang

Guru Cemerlang Negara Gemilang PDF Cetak Email
Oleh : Sakiben Sinaga, S.Pd 

Guru sering diibaratkan lilin yang membakar diri untuk memberikan terang pada orang yang ada disekelilingnya.

Ini menggambarkan pengorbanan tulus yang diberikan oleh sang guru demi pembentukan anak bangsa ini menjadi manusia seutuhnya. Memberikan bekal bagi generasi bangsa untuk memajukan diri, keluarga, bangsa dan negara ini.

Setiap tanggal 25 November, Indonesia selalu memperingati hari guru yang berketepatan sama dengan hari ulang tahun PGRI (Persekutuan Guru Rebuplik Indonesia). Biasanya hari guru dirayakan di sekolah-sekolah dalam bentuk upacara dan menyanyikan lagu ‘himne guru’. Pahlawan tanpa tanda jasa sebutan bagi guru menjadi gambaran pekerjaan mulia yang diberikannya di bangsa kita ini.

Guru merupakan orang yang seharusnya di gugu dan di tiru. Guru bukanlah hanya orang yang berdiri memberikan pembelajaran di dalam kelas. Bukan orang yang setiap hari kerjanya mengajar di sekolah. Bukan hanya guru dalam pendidikan formal. Namun guru adalah seluruh aspek kehidupannya. Orang yang pantas menjadi teladan, di gugu dan di tiru oleh semua elemen masyarakat.

Melihat kondisi pendidikan saat ini dimana pendidikan kita belum juga bangkit dari keterpurukannya. Kualitas pendidikan negara ini masih rendah, belum mampu ‘bertarung’ dengan negara lain. Ini bisa kita lihat dari peringkat Indonesia yang hanya menempati urutan 102 dari 107 negara di Asia. Pada masalah ini, banyak orang bahkan pemerintah melihat ini semata-mata adalah kesalahan dan kegagalan dari guru.

Satu sisi memang bisa diterima, bahwa ini kegagalan guru. Sebab maju-mundurnya kualitas pendidikan, sorotan pertama sekali adalah guru. Tidak jarang apabila kualitas pendidikan sedang mengalami kemerosotan, maka yang disalahkan pada awalnya adalah guru. Karena guru adalah pihak yang bertanggung jawab, akan tetapi tidak selamanya ini harus diterima dengan bulat-bulat. Tentu saja, merosotnya mutu pendidikan, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah

Penulis juga tidak sedang menutup mata dengan kondisi guru saat ini. Memang guru-guru kita saat ini juga harus lebih ditingkatkan kualitas dan keprofesionalannya. Karena dapat dikatakan kalau kualitas pendidikan berbanding lurus dengan kualitas guru. Jadi mustahil kualitas pendidikan meningkat apabila kualitas gurunya rendah. Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah hendaknya berpihak pada ’keutamaan’ pendidikan dan menjadikan guru cemerlang (profesional).

Menjadi Guru Cemerlang

Profesi guru sebagai sebuah panggilan mulia yang harus dikerjakan dengan segenap hati. Guru jangan sampai hanya sebuah pelarian. Karena tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik, maka akhirnya memilih bekerja sebagai guru. Inilah kekeliruan yang harus dihilangkan. Tugas guru sangat mulia, merajut cita-cita bangsa dan negara kedepan.

Guru cemerlang akan membawa dampak positif dalam kemajuan pendidikan kita. Dan kemajuan pendidikan akan membawa negara gemilang. Seperti pendapat yang menyatakan bahwa kemajuan suatu negara itu di ukur dari pendidikannya. Inilah yang harus ditanamkan dalam benak guru-guru agar dapat meningkatkan profesionalnya demi kemajuan pendidikan negara ini.

Untuk menjadi guru profesional tidak terlepas dari peranan pemerintah di dalamnya. Kebijakan pemerintah dalam pendidikan harus lebih tampak riil dan tepat sasaran. Pemerintah harus lebih serius memperhatikan dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada guru untuk meningkatkan kualitasnya. Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada guru untuk studi lanjut. Meningkatkan kesejahteraan guru. Sehingga nantinya guru bisa fokus dan tidak menghabiskan waktunya untuk memikirkan urusan perut dan urusan dapur saja.

Saat ini, memang sudah ada program pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi dan kesejahteraan guru. Namun progam ini harus mendapat perhatian yang lebih serius lagi khususnya pada pengawasan. Peningkatan kualitas guru ini jangan sampai tidak tepat sasaran. Akhirnya menjadi ’proyek’ pendidikan. Menghabiskan dana yang sangat besar namun setelah sertifikasi hampir tidak ada kontribusi yang dapat diberikaan. Terkesan sertifikasi menghasilkan guru ’profesional’ secara instan. Sepuluh hari mengikuti diklat menjadi profesional, mendapat tunjangan keprofesionalan namun tidak ada bedanya dengan yang tidak profesional. Untuk itulah perlu pengawasan yang akurat itu perlu diadakan untuk menindaklanjuti keprofesionalan guru.

Selain peran pemerintah, organisasi guru seperti PGRI, juga sangat diperlukan dalam meningkatkan keprofesionalan dari anggotanya. Organisasi guru ini hendaknya lebih memperhatikan kondisi pendidikan, pendidikan guru dan kesejahteraan guru. PGRI hendaknya meningkatkan kompetensi anggotanya (guru) dengan melakukan program-program yang lebih bermanfaat seperti pertemuan rutin antara guru-guru bidang studi dalam penyampaian pembelajaran tersebut kepada anak didik, melakukan pertemuan-pertemuan ilmiah, membuat media untuk dapat berkomunikasi dengan anggotanya setiap saat seperti memperbanyak jurnal-jurnal pendidikan, pelatihan dan penelitian kepada guru-guru dan pengembangan pendidikan.

Untuk menjadikan guru cemerlang demi negara yang gemilang, hendaknya kembali pada panggilan sebagai guru merupakan panggilan mulia. Dan semua pihak, terkhusus pemerintah harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945, pendidikan adalah upaya utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berbudaya, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Serta kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pendidikan bangsa kita ini.

Jargon prima pendidikan Sumatera Utara sekarang menyatakan “pendidikan untuk semua, semua mendidik”. Sangat indah didengar motto pendidikan yang diberikan dinas pendidikan Sumut ini. Bagi saya, jargon ini mengandung makna bahwa pendidikan itu menjadi satu hal yang utama dan menjadi prioritas bagi pemerintah kususnya Sumut. Harapan kita mudah-mudahan ini dapat berjalan dengan baik dan bukan hanya wacana saja. Semoga.***

Penulis adalah guru matematika salah satu sekolah dan pemimpin kelompok mahasiswa tinggal di Medan

 

Kembali Button

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar